Allah Subhanahu wa Taala pernah berfirman :
Dan, tidaklah mereka (orang-orang munafiq) itu memerhatikan bahawa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak juga bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran. (At-taubah: 126).
Ini sifat orang munafiq apabila mereka ditimpa musibah.
Namun, bagaimana pula sikap dan sifat bagi orang yang beriman apabila mereka diuji?
Al-Mutanabbi pernah mengatakan:
Semoga segala kejadian
mampu membuat diriku semakin matang
dan memberikan pengalaman berharga untukku..
Mu'awiyah pula mengatakan: "Ketenangan diri tidak dimiliki, kecuali oleh orang yang telah mengalaminya."
Seorang kaya pernah dinasihati oleh seorang salaf:
"Aku melihat nikmat pada dirimu, maka ikatlah ia dengan rasa syukurmu."
Maka Allah telah mengingatkan kita di dalam Al-Quran, :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih." (Ibrahim: 7)
berdoalah apabila ditimpa musibah,
"Sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali, ya Allah berikanlah kepadaku atas musibah ini dan gantikanlah dengan yang lebih baik darinya"
Bersyukurlah dengan musibah yang melanda dirimu, kerana Allah pasti akan menambah nikmat kepada kita atau Allah ganti dengan sesuatu yang lebih baik.
Senyum, sabar dan syukur saat dilanda musibah.
"Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keredhaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meredhai pahalamu selain syurga."
(HR Ibnu Majah (no:1597)
Justeru, andai saat ini kita dilanda musibah, cubalah untuk tersenyum (walau teramat pedih), kerana kita tahu musibah itu anugerah dan tanda kasih sayang Allah terhadap kita. moga kita beroleh Syurga berkat kesabaran menempuhi ujian ini, Insha Allah.. :)


No comments:
Post a Comment